Social

Monday, March 28, 2011

Who Is The Bos???



All the organs of the body were having a
meeting, trying to decide who was the one in charge.

BAH!

NAPITUPULU tahun merdeka, SIMBOLON tahun sudah reformasi, tapi hidup tambah SIMANUNGKALIT, sedang PANDAPOTAN MANURUNG, banyak SIHOTANG.
Tak ada lagi HARAHAP, keadaan semakin GINTING, NABABAN biaya semakin tinggi, makan hanya dengan SITUNGKIR ayam. Kepala Pusing sampai BUTAR BUTAR, rambut rontok nyaris POLTAK. Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN, anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG.
Otak sudah SITOMPUL, pikiran TAMPUBOLON, semua serba SILALAHI. Tapi kita masih saja diminta sabar SITORUS, hanya SIJABAT saja hidup sejahtera makin SIBARANI korupsi, rakyat terus SITEPU, SILABAN kali bicara jangan putus HARAHAP katanya. Mintalah PARLINDUNGAN  Tuhan supaya BONAR-BONAR selamat.
BUTET dah.....


Sedang bangsa HUTABARAT lebih perhatian, suka kasih derma operasi bibir SIHOMBING atau operasi SILITONGA ambeien, SIAGIAN lagi buat derma yang lain. Beda dengan SITUMORANG kita sendiri tidak mau SINAMBELA bangsa sendiri, selalu minta TARIGAN biaya, janji selalu SIMORANGKIR. Malulah sama SIANTURI jagad nih... masa semenjak jaman PURBA kita susah terus? kapan makmur seperti negara SILAEN?
Mendingan kita jalan2 ke daerah puncak disana kita bisa lihat2 TOBING-TOBING, ada POHAN-POHAN, udaranya SIREGAR, atau mampir di PASARIBU, bisa beli souvenir DAMANIK MANIK dan HUTAGALUNG, atau ketemu abg yang suka LUMBANGAOL, sekedar NAINGGOLAN NAINGGOLAN saja.
Jalan yang MANURUNG  ke bawah kita bisa main perosotan, kalo celana sobek jangan kuatir, disana juga ada PANJAITAN pokoknya komplit laaahhh. Daerahnya sejuk, dingin, kalo sudah kedinginan kita bisa bakar TAMBUNAN sampah, supaya hangat maksudnya dan bakar ayam di PANDIANGAN dan ke taman safari lihat RAJAGUGUK, SINAGA atau SINGARIMBUN.
udah ahhh.....HUTAPEA deeehhh...
dari teman lewat milis

Mengurangi Jumlah Abjad Pada Bahasa Indonesia

From: Nurdiansyah


(disadur dari sebuah tulisan yang sudah lama hilang - versi Inggris)
Abjad yang digunakan di dalam bahasa Indonesia berjumlah 26. Ke-26 abjad tersebut rasanya masih terlalu banyak, dan lagipula ada beberapa abjad yang jarang sekali digunakan.
Oleh karena itu mari kita sederhanakan abjad-abjad tersebut dan menyesuaikan dengan kata-kata yang kita gunakan.

Halima

HALIMA
Yang dibenci dan terbuang!
(Based on True Story)
By: Dodik Biantoro
Halima...
Sebuah nama yang cantik... Meski aku belum tahu siapa kamu, pun juga raut wajahmu. Halima, aku tak tahu apa yang salah dengan dirimu, aku tak tahu seberapa berat kadar dosamu. Yang aku tahu..., semua orang membencimu.

Wednesday, March 9, 2011